Rabu, 16 November 2016

menulis untuk ibu

ibu masa lalu mu bersama diriku akan selalu menjadi memory yang tidak akan aku lupakan hingga aku menutup kedua bola mata ini dan menyandarkan jasadku menghadap sang ilahi. 
ibu aku menyadari, besar perjuanganmu, besar perhatianmu, dan besar semangatmu untuk mendidik diriku hingga aku menjadi orang yang bermanfaat bagi diriku sendiri dan orang lain. 
ibu pernahkah engkau membayangkan betapa nakalnya aku diwaktu masa -masa kecilku,.aku yang selalu menangis dan selalu melaporkan segala hal kejadian yang menimpa diriku. 
ibu, masih ingatkah diwaktu dulu, disubuh hari kita berdua berjalan kaki menapakkan kedua kaki kita menuju tempat dimana ibu mencari sesuap nasi untuk anakmu ini. apakah ibu ingat perjalanan yang membuat ibu khawatir terhadap diriku, disaat aku mencoba mencari sesuatu yang aku anggap menarik, iya waktu disaat itu aku lepas dari gandengan tangan ibu, aku melarikan diri dan berjalan menuju tempat orang biasa menelpon memakai telepon umum, dan tiba-tiba ibu mencari diriku hingga yang ibu tahu aku terjatuh dan di tabrak dari motor vespa yang membuat diriku terjatuh dan hingga menjeritkan kesakitan dan langsung ibu bergegas mencari diriku dan ibu langsung mengambil diriku, untungnya, aku tidak terdapat luka yang parah cuma hanya baretan goresan yang tergores di kaki ku dan tanganku, dan apa yang langsung ibu lakukan, ibu menangkapku dan aku langsung di suruh minum segelas air putih,. sungguh,.. betapa besarnya perhatianmu ibu diwaktu itu,.
ibu adakalanya manusia itu mengalami ujian dan adakalanya manusia itu mendapatkan berkah dan karahmah dari yang maha esa allah swt. 
ibu tidak menyangka ya, ibu yang selalu berjuang sendirian menghidupi keluarganya hingga sampai saat ini, ibu masih bekerja untuk membuat anaknya bahagia,.
ibu, aku tahu ibu pasti lelah dalam bekerja, mengingat umur ibu yang cukup rentan untuk dapat bekerja, seharusnya ibu itu sudah menikmati masa tuanya. 
ibu, aku tidak bisa dekat seperti anak perempuan yang selalu manja dan ingin meminta perhatian tetapi yakinlah ibu setuluh dan sedalam jiwa hatiku selalu mengingat ibu dan ibu adalah harta yang bernilai di dunia yang tidak dapat diukur oleh apapun itu,.
ibu, jika anakmu nanti menjadi orang yang sukses, mampu dan mapan, insyaallah, aku akan menunaikan dan memberangkatkan ibu ke tanah suci tempat rumah allah swt. ,
ibu maafkan anakmu jika saat ini masi ada hal yang menjadi nazarku pada allah swt, disebabkan perkataanku diwaktu itu, ku mohon ibu mengerti, karena aku ingin habluminallah aku selalu baik sebelum aku menuju habbluminannas,.
doa mu bu yang aku harapkan dan ridhamu juga meringankanku dalam melangkah,. 
semoga allah swt. mendengarkan curahan hati hambanya dan mengkabulkan doa hambanya yang ingin berbuat suatu kebaikan dan menjadi hamba yang selalu bersyukur dan mengharap pertolongan dan perlindungan dari maha pencipta allah swt. amien

Jumat, 23 September 2016

perjalanan hidup

            Diantara sudut kota, ditengah keramaian suasana jual beli barang dagang dan hiruk pikuk pedagang menghiasi suasana pasar. Tertutur sebuah  kata dalam bentuk kalimat "iya seperti dulu aku pernah berada disisi waktu itu",semua kenangan dan semua cerita yang dapat aku ambil dalam sebuah realita kehidupan yang tersisihkan oleh kisah waktu dan perlahan hilang, berubah menjadi sebuah hal mimpi yang mungkin tidak disangkakan bahwa aku sudah beranjak dewasa.
            Mungkin dulu memang tidak seindah dengan sekarang namun dulu telah menyimpan sejuta kenangan piluh dalam suka duka melawan nasip kehidupan lika-liku perjuangan yang selalu menghampiri kisah hidup.  Setiap manusia pernah merasakan arti makna hidup dan setiap manusia juga pernah mengalami nasib yang sama seperti halayak diriku ini. Namun disisi kehidupanku aku lukiskan sebuah cerita tentang seorang wanita yang selalu berjuang dan semangat serta berinspirasi dalam kehidupanku hingga aku akan mewujudkan mimpi dari sang wanita tersebut.  katakan wanita itu Ibuku yang selalu ada dan membuat diriku tidak kesendirian dan tidak takut untuk melangkah kedepan dalam merintih kehidupan. 
          seorang ibu mungkin tidak menginginkan anaknya menjadi seorang anak yang tidak memiliki kompetensi sebagaimana mimpi ibu yaitu ingin melihat anaknya berhasil dan menjadi orang bisa menghidupi kehidupannya sendiri dan keluarganya terutama orang tuanya serta tidak dihinakan oleh waktu. Ibu, anakmu ingin bertanya apakah anakmu ini mampu melangkah dan mewujudkan semua impian anakmu ini ibu? sedangkan sekarang anakmu seperti orang yang kebimbangan-bingung dengan keadan situasi lingkungan karena pernah merasah lelah mencari kerja sesuai dengan kompetensi namun sekarang anakmu belajar dan bagkit dari sebuah pemikiran yang mungkin akan berbuahkan manis dikemudian hari serta memberikan suatu kabar berita suatu berita gembira buat orang yang disayang dan dicinta.
           menyadari hidup yang berawal dari kesusahan dan ingin merubah kehidupan menjadi lebih baik dengan kekuatan niat dan dorongan hidup membuat diri terdorong untuk bangkit dan maju untuk melaju ke jalur yang akan membawa diri ke strata yang lebih baik.