Senin, 18 September 2017

perjalanan saya selama berlatih menjadi anggota pemain team perkumpulan barongsai singa selatan

Dari sejarah Perkumpulan Barongsai MAKIN hingga Sejarah perkumpulan barongsai singa selatan Belitung timur yang bermula bernama Group singa selatan dan berubah menjadi perkumpulan singa selatan. Perkumpulan yang sederhana namun memiliki jiwa yang ingin berkembang menjadi perkumpulan yang bisa merukunkan semua elemen masyarakat melalui serangkaian kesenian sanggar tari budaya dari budaya kesenian Tionghua, pertama perkumpulan ini adalah sebuah perkumpulan biasa dan hanya sebagai aktivitas kegiatan dari anak –anak muda desa baru kecamatan manggar. Perkumpulan ini di pelopori oleh seorang anak yang berasal dari daerah desa baru yang bernama rudiansyah, dia adalah seorang anak dari keluarga bapak Toni Hartono yang biasa di sapa oleh masyarakat yaitu apak/bapak. Meskipun diketahui rudiansyah bukan merupakan anak dari bapak apak, tetapi perhatian dan kasih sayangnya seperti anak kandungnya tidak lebih dan tidak kurang sebagaimana ia mengasihi anak-anak kandungnya meski ia sadar bahwa rudiansyah bukan anak dari pertalian darahnya. Sosok ayah yang baik dan perhatian kepada seorang anaknya, membuat pak Toni merasa perhatian kepada Rudi, pada masa waktu itu, rudi dan kawan-kawannya sering bermain –main dengan sebuah kerangka keranjang buah yang dimainkannya dengan sehelai kain untuk dapat menyerupai sebuah kerangka kepala barongsai dan seolah-olah itu adalah barongsai. Melihat rudi yang sering memainkan kerangka kepala barongsai yang dibuatnya dari bahan kerangka keranjang buah membuat ayahnya berniat untuk dapat bisa membelikannya mainan kepala barongsai. ibu yang tidak tahu dan hanya berpikir bahwa ayahku akan membelikanku sebuah mainan kepala barongsai berukuran kecil seperti anak-anak yang lain. Namun, sebaliknya rupa-rupa kepala barongsai itu rupanya besar seperti yang dimainkan oleh para anak-anak dewasa di waktu itu. Dengan bergegas saya merasa bahagia dan tidak tahu mau bilang apa selain ungkapan term kasih kepada ayahku tersebut, aku bahagia sekali dan aku sangat bahagia punya ayah angkat yang baik walaupun saya tahu bahwa saya ini bukan anak kandungnya tetapi mengapa perhatian dan sayangnya itu seperti kebaikan ayah kandung. Lalu, aku pergi ke rumah amin dan memberi tahukan bahwa aku ada kepala barongsai dan mengajak anak-anak main, hari-hari itu merupakan hari yang bahagia bagiku dan  untuk selamanya akan aku kenang kebaikan ayahku itu. Tidak lama kemudian beberapa bulan ada berita bahwa ada sebuah yayasan yang ingin menyelenggarakan sanggar seni tentang Taian singa yaitu permainan barongsai, hal ini adalah pertama dari orang yayasan itu melihat ada potensi dari kelompok bermain kami, kelompok bermain kami adalah kelompok yang tidak membedakan agama ataupun ras suku karena kami menyadari kami mempunyai satu kesamaan yaitu kami suka dan gemar bermain barongsai meski kami sadari  bahwa perbedaan itu ada tetapi tidak membuat kami putus dalam mengapresiasikan kreativitas kami untuk menjadi pemain seni Tarian singa atau biasa disebut dengan barongsai.
Hari berhari kami lalui dan bulan berbulan kami tempuh berlatih dan berkreasi, bermain dan bergerak mencari keserasian dalam gerak dan tabur untuk sebuah gaya gerak kreasi apresiasi seolah-olah kepala kerangka barongsai yang kami gerakkan itu dapat memberikan penglihatan dan penghayatan dalam memainkan peran seekor singa yang sedang bermain –main di ruang lingkungan hidupnya.
Prestasi yang telah diraih dari mulai saya berada di yayasan MATAKIN sampai saya keluar karena ada konflik yang akhirnya membuat saya terpacuh untuk membuat sebuah team perkumpulan singa selatan. Karena pada ketika waktu itu saya merasa terkhianati dan tidak hargai sebagaimana seyoganya dalam sebuah perkumpulan kita adalah saudara untuk selalu bersama-sama menyelesaikan masalah dalam bermusyawarah untuk mendapatkan hasil yang baik. Namun, mereka menganggap saya telah bertolak belakang dan membuat kata-kata yang tidak wajar, sebenarnya saya tidak pernah berkata seperti itu, saya juga menghormati kehidupan orang sebagaimana saya juga menghormati saudara-saudara saya dari ayah angkat saya. tetapi seperti begitulah jika kawan yang tidak sekawan dengan kita akan bermain dan menusuk kita secara belakang seperti mengadu –dombakan antara pihak-pihak yang tidak ingin di menjadi bertikai tetapi itulah sifat kawan/teman yang cemburu sosial akan kepunyaan temannya yang ada maupun tidak ada pada temannya itu tersebut.


Lanjut kisah, sepulang saya, saya memberitahukan kepada ibu dan ayah saya bahwa saya ingin berhenti main barongsai di MAKIN, saya merasa terhina atas kelakuan tindakan mereka yang menuduhku yang tidak benar faktanya. Dan akhirnya, ayah saya melihat saya yang sedih dan berbinar seperti akan menangis, lalu ayah saya berkata”uda kan kamu ada barongsai hitam jangan cengeng kaya anak perempuan aja”(ujar ayah saya),. Dengan inisiatif saya memanggil teman-teman yang lain, siapa yang ingin main barongsai menemani saya, lalu dengan perasaan yang bahagia saya kami selalu bermain dan berlatih dan ada juga yang aku ajarkan cara-cara bermain barongsai selama apa yang telah saya dapat dalam perguruan saya sewaktu saya masuk di perkumpulan barongsai MAKIN. Dan pada akhirnya, ntah kenapa Guru kami atau sepuh kami itu keluar dari MAKIN dan lalu berkompromi dan ingin menata ulang perkumpulan yang di waktu dulu yang saya buat untuk bermain barongsai setelah saya berhenti dari ke anggotaan team barongsai MAKIN. Dan pada saat itu saya dan Guru/sepuh kami yang bernama Leo, bersama –sama membangkitkan nama perkumpulan yang namanya yang biasa hingga akhirnya menjadi nama yang luar biasa dan bergerak menuju prestasi yang gumilang. Namun pada saat ini, perkumpulan kami masih dalam tahap pembenahan dan masih mencari penerus generasi perkumpulan barongsai ini untuk eksistensi sebagai wadah yang merukunkan pemuda-pemuda daerah kami dewasa ini dan seterusnya.  

Rabu, 16 November 2016

menulis untuk ibu

ibu masa lalu mu bersama diriku akan selalu menjadi memory yang tidak akan aku lupakan hingga aku menutup kedua bola mata ini dan menyandarkan jasadku menghadap sang ilahi. 
ibu aku menyadari, besar perjuanganmu, besar perhatianmu, dan besar semangatmu untuk mendidik diriku hingga aku menjadi orang yang bermanfaat bagi diriku sendiri dan orang lain. 
ibu pernahkah engkau membayangkan betapa nakalnya aku diwaktu masa -masa kecilku,.aku yang selalu menangis dan selalu melaporkan segala hal kejadian yang menimpa diriku. 
ibu, masih ingatkah diwaktu dulu, disubuh hari kita berdua berjalan kaki menapakkan kedua kaki kita menuju tempat dimana ibu mencari sesuap nasi untuk anakmu ini. apakah ibu ingat perjalanan yang membuat ibu khawatir terhadap diriku, disaat aku mencoba mencari sesuatu yang aku anggap menarik, iya waktu disaat itu aku lepas dari gandengan tangan ibu, aku melarikan diri dan berjalan menuju tempat orang biasa menelpon memakai telepon umum, dan tiba-tiba ibu mencari diriku hingga yang ibu tahu aku terjatuh dan di tabrak dari motor vespa yang membuat diriku terjatuh dan hingga menjeritkan kesakitan dan langsung ibu bergegas mencari diriku dan ibu langsung mengambil diriku, untungnya, aku tidak terdapat luka yang parah cuma hanya baretan goresan yang tergores di kaki ku dan tanganku, dan apa yang langsung ibu lakukan, ibu menangkapku dan aku langsung di suruh minum segelas air putih,. sungguh,.. betapa besarnya perhatianmu ibu diwaktu itu,.
ibu adakalanya manusia itu mengalami ujian dan adakalanya manusia itu mendapatkan berkah dan karahmah dari yang maha esa allah swt. 
ibu tidak menyangka ya, ibu yang selalu berjuang sendirian menghidupi keluarganya hingga sampai saat ini, ibu masih bekerja untuk membuat anaknya bahagia,.
ibu, aku tahu ibu pasti lelah dalam bekerja, mengingat umur ibu yang cukup rentan untuk dapat bekerja, seharusnya ibu itu sudah menikmati masa tuanya. 
ibu, aku tidak bisa dekat seperti anak perempuan yang selalu manja dan ingin meminta perhatian tetapi yakinlah ibu setuluh dan sedalam jiwa hatiku selalu mengingat ibu dan ibu adalah harta yang bernilai di dunia yang tidak dapat diukur oleh apapun itu,.
ibu, jika anakmu nanti menjadi orang yang sukses, mampu dan mapan, insyaallah, aku akan menunaikan dan memberangkatkan ibu ke tanah suci tempat rumah allah swt. ,
ibu maafkan anakmu jika saat ini masi ada hal yang menjadi nazarku pada allah swt, disebabkan perkataanku diwaktu itu, ku mohon ibu mengerti, karena aku ingin habluminallah aku selalu baik sebelum aku menuju habbluminannas,.
doa mu bu yang aku harapkan dan ridhamu juga meringankanku dalam melangkah,. 
semoga allah swt. mendengarkan curahan hati hambanya dan mengkabulkan doa hambanya yang ingin berbuat suatu kebaikan dan menjadi hamba yang selalu bersyukur dan mengharap pertolongan dan perlindungan dari maha pencipta allah swt. amien

Jumat, 23 September 2016

perjalanan hidup

            Diantara sudut kota, ditengah keramaian suasana jual beli barang dagang dan hiruk pikuk pedagang menghiasi suasana pasar. Tertutur sebuah  kata dalam bentuk kalimat "iya seperti dulu aku pernah berada disisi waktu itu",semua kenangan dan semua cerita yang dapat aku ambil dalam sebuah realita kehidupan yang tersisihkan oleh kisah waktu dan perlahan hilang, berubah menjadi sebuah hal mimpi yang mungkin tidak disangkakan bahwa aku sudah beranjak dewasa.
            Mungkin dulu memang tidak seindah dengan sekarang namun dulu telah menyimpan sejuta kenangan piluh dalam suka duka melawan nasip kehidupan lika-liku perjuangan yang selalu menghampiri kisah hidup.  Setiap manusia pernah merasakan arti makna hidup dan setiap manusia juga pernah mengalami nasib yang sama seperti halayak diriku ini. Namun disisi kehidupanku aku lukiskan sebuah cerita tentang seorang wanita yang selalu berjuang dan semangat serta berinspirasi dalam kehidupanku hingga aku akan mewujudkan mimpi dari sang wanita tersebut.  katakan wanita itu Ibuku yang selalu ada dan membuat diriku tidak kesendirian dan tidak takut untuk melangkah kedepan dalam merintih kehidupan. 
          seorang ibu mungkin tidak menginginkan anaknya menjadi seorang anak yang tidak memiliki kompetensi sebagaimana mimpi ibu yaitu ingin melihat anaknya berhasil dan menjadi orang bisa menghidupi kehidupannya sendiri dan keluarganya terutama orang tuanya serta tidak dihinakan oleh waktu. Ibu, anakmu ingin bertanya apakah anakmu ini mampu melangkah dan mewujudkan semua impian anakmu ini ibu? sedangkan sekarang anakmu seperti orang yang kebimbangan-bingung dengan keadan situasi lingkungan karena pernah merasah lelah mencari kerja sesuai dengan kompetensi namun sekarang anakmu belajar dan bagkit dari sebuah pemikiran yang mungkin akan berbuahkan manis dikemudian hari serta memberikan suatu kabar berita suatu berita gembira buat orang yang disayang dan dicinta.
           menyadari hidup yang berawal dari kesusahan dan ingin merubah kehidupan menjadi lebih baik dengan kekuatan niat dan dorongan hidup membuat diri terdorong untuk bangkit dan maju untuk melaju ke jalur yang akan membawa diri ke strata yang lebih baik.
    

Rabu, 08 Mei 2013

Kisah Harian

tertanggal 19 -12-2016 
berlarut-larut kisah dalam kisah mengarungi sela selih berganti hari demi hari, hingga tidak terasa akhir tahun menanti, 
sayatan dan deruan suka dan duka selalu menggambarkan inspirasi hari dalam pertemanan dan akhirnya dipertemukan dalam hari penutupan,.
tercatat dan tergambarkan kisah terdahulu, meresapi dan menghayati, serta ekspresi dan ambisi selalu datang dalam melakoni kehidupan, nyata dan tidak nyata, disadari maupun tidak disadari, dilupakan maupun terlupakan, terlarut maupun terbayangkan semua telah terjalankan dalam kalaborasi anatara penghayatan dan pemahaman dalam mengisi kekosongan waktu setiap belahan hari demi hari,.
hingga aku sadari tanggal 19 desember 2016 sudah telah mendekati hari akan berakhirnya satu tahun dalam pengisian tahun menuju ke tahun yang lebih baik dan semoga tidak ada masalah dan gangguan serta gejala yang bisa membuat hidupku kurang baik dan kurang dapat berkenan untuk menuju hari -hari kebersamaanku dalam menghadapi kisah hidup semasa dalam pembentukan karakter dan pencarian jati diri untuk menjadi lebih baik dan optimal dan efesien dalam sikap meyikapi hidup, terutama dapat membahagiakan ibunda tercinta yang merupakan harta yang berharga dari segala materi dan tidak terhitung dari segala nilai. karena allah swt. tuhan semesta alam